Wednesday, May 13, 2020

Jurnal Pekan Kedua Kelas Kupu-Kupu


Alhamdulillah memasuki  tahap kedua program mentorship. Tadi sore pukul 16.00 WIB Bunda Siti Rohma selaku mentor saya melakukan video call (VC) via messenger. Sebelumnya tentu sudah membuat janji  terlebih dahulu. Kemudian menentukan dan menyepakati waktu.

Apa yang dibahas waktu VC? Sesuai peraturan di pekan kedua adalah menyamakan tujuan. Tujuan mentorship tahap kedua ini adalah mentor sharing pengalaman, guna memantabkan saya yang sedang belajar HS (Home Schooling).

Sebelumnya saya pun sudah mengungkapkan kepada Mentor saya yaitu Bunda Siti bahwa Hs tidak masuk dalam mind map, tetapi saya sudah memiliki bekal pengetahuan mengenai HS. Maka pada tahap ini Mentor hanya memantabkan saja, bukan sharing materi dari awal laiknya di kelas ulat-ulat.

Alhamdulillah Bunda Siti tidak keberatan dengan kondisi saya tersebut. Maka, program mentorship ini tetap dilanjutkan. Bismillah …


Hasil bertatap muka dengan mentor tadi ada beberapa hal yang saya tanyakan guna memantabkan pilihan metode belajar HS.

Hal pertama yang bunda Siti tanyakan adalah apakah suami saya menyetujui HS? Saya jawab iya Bunda setuju.

Alasan Bunda Siti memilih metode HS untuk ke-4 anaknya.  Pertama, menanamkan pendidikan Agama, terutama adab dan akidah. Harapannya anak-anak tidak hanya hafal materi saja, tetapi  mampu melaksanakan atau mengamalkan. Bunda Siti juga sharing mengenai buku-buku referensi yang digunakan yaitu Muhammad  Teladanku, Buku tentang adab karya Imam Bukhari, juga ensiklopedia Adab. Untuk belajar adab biasanya 1 hari 1 topik. Ini berlaku untuk setiap anak, belajarnya bersama-sama duduk melingkar. Masyaallah mendengarkan ceritanya saja sudah sangat menarik. Pasti seru ya belajar bersama sekeluarga.

Anak diajarkan apa yang boleh dan tidak boleh, juga batasan-batasan yang sesuai ajaran agama.

Juga buku-buku psikologi, yang  menjadi salah satu motivasi  untuk memilih metode belajar HS, hebatnya buku psikologi tersebut dibaca sebelum menikah, masyaallah salut ya dengan Bunda Kece ini.     

Kedua Minat dan Bakat.   

Alasan kedua mmeilih metode HS , karena ingin membantu menemukan potensi, minat dan bakat anak. Karena setiap anak memiliki keunikan, dan bakat yang berbeda-beda, sehingga harus diberikan metode belajar yang sesuai dengan bakatnya. Oleh karenanya metode HS dirasa sangat sesuai.

Cara menemukan bakat anak-anak kata bunda Siti, dengan mengamati kegiatan anak-anak, kegiatan apa yang paling membuat anak berbinar, tidak pernah bosan, dan selalu bersemangat melakukannya. Sebagai contoh untuk anak pertama ketika bertemu dengan seseorang yang tergambar dalam benaknya adalah warna jilbabnya, penampilannya…intinya dia fokus pada fashion seseorang.

Anak juga dilibatkan dalam kegiatan menjahit, berkebun, dan kegiatan lainnya. Untuk anak laki-laki yang menyukai game, disarankan untuk tidak bermain game yang ada adegan kekerasan, lebih ditekankan pada game yang isinya belajar membuat strategi. Selain itu harus dibatasi waktunya, dan harus dingatkan ketika anak lupa.

Anak yang tertarik dengan menggambar maka dileskan menggambar, dll.

Ketiga, Sosialisasi

Nah ini termasuk poin penting yang sering ditanyakan orang tua yang baru awal mengenal HS. Bagaiamana dengan sosialisasi anak saya nanti? Apakah anak akan punya teman? Menurut pandangan bunda Siti, justru anak HS itu sudah biasa belajar mandiri untuk bersosialisasi. Bagaimana anak-anak akan mencari teman, mengenalkan diri, dll. Ini akan menjadi bekal ketika anak berada dilingkungan baru, seperti pada saat awal masuk kuliah.

Cara lainnya cari komunitas HS yang ada disekitar tempat tinggal. Biasanya komunitas tersebut akan mengadakan pertemuan secara berkala. Pada saat pertemuan tersebut anak dan orang tua akan bisa saling mengenal, dan berbagi mengenai banyak hal.  Jadi anak benar-benar belajar secara real, bukan hanya teori atau hafalan saja.

Akademik

Bagi keluarga bunda Siti, belajar akademik tidak terlalu ditekankan, akademik penting tetapi bukan prioritas. Untuk belajar akademik anak pertama yang berusia 13 tahun, bunda Siti dibantu oleh temannya yang kebetulan seorang guru, dan memiliki lembaga bimbingan belajar. Anak belajar materi matematika, dan IPA (Fisika, Biologi) seperti kurikulum anak SMP. Untuk anak  kedua bunda Siti mengajarkan latihan soal untuk UN, (buku panduan persiapan UN).

Intinya untuk akademik materi belajar disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak.

***

Bergabung di PKBM juga dianjurkan oleh bunda Siti ketika saya tanyakan. Hal ini agar anak bisa mengikuti ujian kesetaraan, seperti UN. Untuk saat ini karena UN sudah tidak ada, belum tahu peraturan terbaru yang berlaku.     

Hal lain yang kami bicarakan adalah mengenai mind map, kemudian jumlah anak, aktifitas kami, dll. Alhamdulillah berjalan lancar, walau sempat ada jeda beberapa saat karena sinyal lemah.

***

Kemudian sebagai mentee sebelumnya sudah pernah berdiskusi dengan praktisi HS, juga membaca buku-buku, maupun artikel mengenai HS. Ketika belajar dengan bunda Siti, seperti layaknya mengkonfirmasi, apakah yang ada dibenak saya mengenai HS itu sama dengan yang sudah beliau laksanakan. Alhamdulillah sudah benar.

Hal ini membuat saya menjadi semakin lega, ternyata HS itu tidak sehoror yang saya bayangkan sebelumnya. Metode belajarnya cukup simpel, dan natural.   Saya masih harus banyak belajar, dan saran bunda Siti banyak berdoa meminta petunjuk kepada Yang Maha Kuasa, agar diberikan metode belajar yang terbaik bagi anak saya.

 

Beliau juga sarankan untuk mencatat alasan mengapa memilih HS, agar pada saat nanti ada masalah, atau semangat sedang menurun, bisa diingat kembali. Harapannya tidak mudah menyerah.

***

Secara keseluruhan menurut saya bunda Siti sebagai mentor saya, sangat menguasai  metode belajar HS. Mungkin karena beliau sudah melaksanakannya, sudah berpengalaman, maka apa yang disampaikan mudah dipahami. Saya sebagai mentee yang sudah belajar melalui buku-buku mengenai HS, jadi makin tercerahkan setelah belajar dengan beliau.

Beliau layak disebut pakar HS, tidak heran saat ini beliau diamanahi mengelola komunitas  HS di wilayahnya.

Bunda Siti juga sangat ramah, welcome, telaten menjawab dan merespon apa yang saya tanyakan.

Saya bahagia dan antusias belajar dengan beliau. Sampai tak terasa waktu sudah melebihi 10 menit. Maaf njih Bunda. Setelah sessi VC tadi saya semakin kagum dan salut dengan beliau. Masyaallah

***

Demikian kisah belajar pada program mentorship step 2. Semoga barokah. Bunda Siti terimakasih banyak, jazakillah khayran katsiran. Semoga apa yang bunda sampaikan tadi bermanfaat dan menjadi amal jariyah bagi bunda..aamiin.

Saya selaku mentee mohon maaf  yang sebesar-besarnya apabila ada sikap maupun kata yang kurang berkenan.  

 


No comments:

Post a Comment

Mendidik Anak Ala Keluarga Berbudi

Link