Alhamdulillah memasuki
tahap kedua program mentorship. Tadi sore pukul 16.00 WIB Bunda Siti
Rohma selaku mentor saya melakukan video call (VC) via messenger. Sebelumnya
tentu sudah membuat janji terlebih
dahulu. Kemudian menentukan dan menyepakati waktu.
Apa yang dibahas waktu VC? Sesuai peraturan di pekan kedua adalah menyamakan tujuan. Tujuan mentorship tahap kedua ini adalah mentor sharing pengalaman, guna memantabkan saya yang sedang belajar HS (Home Schooling).
Sebelumnya saya pun sudah mengungkapkan kepada Mentor saya
yaitu Bunda Siti bahwa Hs tidak masuk dalam mind map, tetapi saya sudah
memiliki bekal pengetahuan mengenai HS. Maka pada tahap ini Mentor hanya
memantabkan saja, bukan sharing materi dari awal laiknya di kelas ulat-ulat.
Alhamdulillah Bunda Siti tidak keberatan dengan kondisi saya
tersebut. Maka, program mentorship ini tetap dilanjutkan. Bismillah …
Hasil bertatap muka dengan mentor tadi ada beberapa hal yang
saya tanyakan guna memantabkan pilihan metode belajar HS.
Hal pertama yang bunda Siti tanyakan adalah apakah suami saya
menyetujui HS? Saya jawab iya Bunda setuju.
Alasan Bunda Siti memilih metode HS untuk ke-4 anaknya. Pertama, menanamkan pendidikan Agama,
terutama adab dan akidah. Harapannya anak-anak tidak hanya hafal materi saja,
tetapi mampu melaksanakan atau
mengamalkan. Bunda Siti juga sharing mengenai buku-buku referensi yang
digunakan yaitu Muhammad Teladanku, Buku
tentang adab karya Imam Bukhari, juga ensiklopedia Adab. Untuk belajar adab
biasanya 1 hari 1 topik. Ini berlaku untuk setiap anak, belajarnya bersama-sama
duduk melingkar. Masyaallah mendengarkan ceritanya saja sudah sangat menarik.
Pasti seru ya belajar bersama sekeluarga.
Anak diajarkan apa yang boleh dan tidak boleh, juga
batasan-batasan yang sesuai ajaran agama.
Juga buku-buku psikologi, yang menjadi salah satu motivasi untuk memilih metode belajar HS, hebatnya buku
psikologi tersebut dibaca sebelum menikah, masyaallah salut ya dengan Bunda
Kece ini.
Kedua Minat dan Bakat.
Alasan kedua mmeilih metode HS , karena ingin membantu
menemukan potensi, minat dan bakat anak. Karena setiap anak memiliki keunikan,
dan bakat yang berbeda-beda, sehingga harus diberikan metode belajar yang
sesuai dengan bakatnya. Oleh karenanya metode HS dirasa sangat sesuai.
Cara menemukan bakat anak-anak kata bunda Siti, dengan
mengamati kegiatan anak-anak, kegiatan apa yang paling membuat anak berbinar,
tidak pernah bosan, dan selalu bersemangat melakukannya. Sebagai contoh untuk anak
pertama ketika bertemu dengan seseorang yang tergambar dalam benaknya adalah
warna jilbabnya, penampilannya…intinya dia fokus pada fashion seseorang.
Anak juga dilibatkan dalam kegiatan menjahit, berkebun, dan
kegiatan lainnya. Untuk anak laki-laki yang menyukai game, disarankan untuk
tidak bermain game yang ada adegan kekerasan, lebih ditekankan pada game yang
isinya belajar membuat strategi. Selain itu harus dibatasi waktunya, dan harus
dingatkan ketika anak lupa.
Anak yang tertarik dengan menggambar maka dileskan
menggambar, dll.
Ketiga, Sosialisasi
Nah ini termasuk poin penting yang sering ditanyakan orang
tua yang baru awal mengenal HS. Bagaiamana dengan sosialisasi anak saya nanti? Apakah
anak akan punya teman? Menurut pandangan bunda Siti, justru anak HS itu sudah biasa
belajar mandiri untuk bersosialisasi. Bagaimana anak-anak akan mencari teman,
mengenalkan diri, dll. Ini akan menjadi bekal ketika anak berada dilingkungan
baru, seperti pada saat awal masuk kuliah.
Cara lainnya cari komunitas HS yang ada disekitar tempat
tinggal. Biasanya komunitas tersebut akan mengadakan pertemuan secara berkala.
Pada saat pertemuan tersebut anak dan orang tua akan bisa saling mengenal, dan
berbagi mengenai banyak hal. Jadi anak
benar-benar belajar secara real, bukan hanya teori atau hafalan saja.
Akademik
Bagi keluarga bunda Siti, belajar akademik tidak terlalu
ditekankan, akademik penting tetapi bukan prioritas. Untuk belajar akademik
anak pertama yang berusia 13 tahun, bunda Siti dibantu oleh temannya yang
kebetulan seorang guru, dan memiliki lembaga bimbingan belajar. Anak belajar
materi matematika, dan IPA (Fisika, Biologi) seperti kurikulum anak SMP. Untuk
anak kedua bunda Siti mengajarkan
latihan soal untuk UN, (buku panduan persiapan UN).
Intinya untuk akademik materi belajar disesuaikan dengan
usia dan kebutuhan anak.
***
Bergabung di PKBM juga dianjurkan oleh bunda Siti ketika
saya tanyakan. Hal ini agar anak bisa mengikuti ujian kesetaraan, seperti UN.
Untuk saat ini karena UN sudah tidak ada, belum tahu peraturan terbaru yang
berlaku.
Hal lain yang kami bicarakan adalah mengenai mind map,
kemudian jumlah anak, aktifitas kami, dll. Alhamdulillah berjalan lancar, walau
sempat ada jeda beberapa saat karena sinyal lemah.
***
Kemudian sebagai mentee sebelumnya sudah pernah berdiskusi
dengan praktisi HS, juga membaca buku-buku, maupun artikel mengenai HS. Ketika
belajar dengan bunda Siti, seperti layaknya mengkonfirmasi, apakah yang ada
dibenak saya mengenai HS itu sama dengan yang sudah beliau laksanakan. Alhamdulillah
sudah benar.
Hal ini membuat saya menjadi semakin lega, ternyata HS itu
tidak sehoror yang saya bayangkan sebelumnya. Metode belajarnya cukup simpel, dan
natural. Saya masih harus banyak belajar, dan saran
bunda Siti banyak berdoa meminta petunjuk kepada Yang Maha Kuasa, agar diberikan
metode belajar yang terbaik bagi anak saya.
Beliau juga sarankan untuk mencatat alasan mengapa memilih
HS, agar pada saat nanti ada masalah, atau semangat sedang menurun, bisa
diingat kembali. Harapannya tidak mudah menyerah.
***
Secara keseluruhan menurut saya bunda Siti sebagai mentor
saya, sangat menguasai metode belajar
HS. Mungkin karena beliau sudah melaksanakannya, sudah berpengalaman, maka apa
yang disampaikan mudah dipahami. Saya sebagai mentee yang sudah belajar melalui
buku-buku mengenai HS, jadi makin tercerahkan setelah belajar dengan beliau.
Beliau layak disebut pakar HS, tidak heran saat ini beliau
diamanahi mengelola komunitas HS di
wilayahnya.
Bunda Siti juga sangat ramah, welcome, telaten menjawab dan
merespon apa yang saya tanyakan.
Saya bahagia dan antusias belajar dengan beliau. Sampai tak
terasa waktu sudah melebihi 10 menit. Maaf njih Bunda. Setelah sessi VC tadi
saya semakin kagum dan salut dengan beliau. Masyaallah
***
Demikian kisah belajar pada program mentorship step 2.
Semoga barokah. Bunda Siti terimakasih banyak, jazakillah khayran katsiran.
Semoga apa yang bunda sampaikan tadi bermanfaat dan menjadi amal jariyah bagi
bunda..aamiin.
Saya selaku mentee mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada sikap maupun
kata yang kurang berkenan.
No comments:
Post a Comment