Monday, April 6, 2020

Manajemen Emosi, Agar Produktif Menulis




Puasa pekan kedua yaitu manajemen emosi. Hari pertama hasilnya masih need improvement, hari kedua sampai kelima lebih baik. Namun hari ke-6 merah lagi. Ya Allah betapa tidak mudahnya mengendalikan emosi.

Bismillah terus semangat, sampai berhasil sesuai harapan. 

Sekalianlah cerita mengenai tantangan menulis hari ini, hari ke-14. Artikel masih disimpan karena belum selesai dan masih acak-acakan. Mudah-mudahan besok bisa dilanjutkan sampai selesai dan di posting. Aamiin

Sudah berapa artikel berhasil ditulis? Kalau menurut target seharusnya 4 artikel. Setelah di cek alhamdulillah genap 4 artikel. Artikel tersebut adalah Green Marketing, Produk Hijau, 25 Kegiatan keluarga selama Lockdown, dan 15 cara mendidik anak laki-laki

Semoga bisa menulis yang lebih baik lagi. Semangaat...

#harike14
#tantangan30hari
#kelaskepompong
#bundacekatan
#puasapekanke2

Sunday, April 5, 2020

15 Cara Mendidik Anak Laki-laki Usia Remaja


Untuk tantangan menulis hari ke-13 ini, terlintas ide menulis mengenai cara mendidik anak laki-laki. Mengapa hanya anak laki-laki? kenapa bukan anak perempuan juga? Hehe, supaya fokus maka saya pilih anak-laki-laki lebih dahulu, insyaallah lain waktu akan menulis tentang pendidikan anak perempuan. 
 

Saturday, April 4, 2020

Kumpulan Tugas Sekolah Anak


Bismillah ..hari ini mau nulis cerita menemani anak membuat  tugas belajar dan mengumpulkannya.



Tugas Anak Sekolah

 

Sejak ditetapkan status KLB virus Covid-19 anak-anak belajar di rumah. Setiap hari Ustadzah mengirimkan tugas ke WAG kelas. 

Tugasnya mengerjakan soal dari buku LKS. Kadang diminta praktik kemudian difoto dan dikirimkan ke Ustadzah.


Tugas rutin lainnya adalah hafalam surah Al-Quran. 

Tugas hafalan setiap anak berbeda sesuai pencapaiannya. Sedangkan tugas selain hafalan disamakan.

LKS

Mba Ay, kelas 1 Sekolah Dasar, memang suka menggambar. Kebetulan tugasnya ada yang harus digambar. Namun namanya anak-anak tidak selalu bersemangat mengerjakan PR dari gurunya.

Maka peran orang tua sangat diperlukan. Saatnya mendampingi anak belajar di rumah lebih intensif dari biasanya.



Baca Juga : Tantangan 11


Disela-sela mengerjakan tugas rumah tangga, Ibu harus bisa mendampingi anak belajar. Memotivasi anak agar mau belajar. Tidak boleh ada kata wegah meskipun capek. 


Kadang Mba Ay, tidak ceria mengerjakan tugas sekolahnya. Saya berusaha membujuk dan menenangkannya. Dia suka bete kalau diberi tahu PR-nya. Dengan memberikan pemahaman, alhamdulillah dia semangat dan senang mengerjakan PR.



Kalau tugas menjawab soal-soal di buku LKS dia lumayan rajin. Kadang belum diminta oleh guru sudah dikerjakan. Sehingga ketika tugas dikirim oleh gurunya, saya tinggal memoto saja, lalu mengirimkan ke gurunya.




Mba Ay agak kurang suka kalau harus praktik dan difoto. Susah diarahkan, dan cepat-cepat ingin selesai. Dia tidak suka difoto, malu katanya. 

Inilah tantangan bagi saya, harus bisa membujuk mba Ay, selama pengambilan foto. 


Tugas hafalan juga mba Ay semangatnya naik turun. Harus selalu diingatkan. Dia belum bisa membaca huruf arab yang disambung. Hal itu membuat dia merasa tidak percaya diri untuk memghafalkannya.


Kadang saya perdengarkan murottal dari handphone, tetapi mba ay bukan tipe belajar audia. Lebih nyaman bekajar dengan membaca atau melihat gambar.

Sejauh ini semua tugas bisa dikerjakan dengan baik dan tepat waktu. Tapi hafalannya kadang bolong sehari tidak setoran.


Itu cerita tentang mba ay. Kalau kakaknya tugasnya tidak terlalu banyak. Pernah diminta membuat rekaman pidato bahasa Jawa.


Mungkin keasyikan bermain, kakaknya tidak semangat mengerjakan tugas. Harus selalu diingatkan dan didampingi sampai selesai.


Demikin tantangan menulis hari ini



#harike12
#tantangan30hari
#kelaskepompong
#bundacekatan
#institutibuprofesional

Friday, April 3, 2020

Kendala itu masih ada, semangat juga tetap ada

Hari ini lagi semangat menulis tidak hanya nonfiksi tapi mencoba menulis fiksi. Widih tumben pede..hehe.

Menulis fiksi hampir tidak pernah saya lakukan. Namun sejak sering baca dikomunitas kepenulisan, lama-lama tertarik juga ingin menulis.

Thursday, April 2, 2020

Kendala-kendala Dalam Menulis



Hari ini benar-benar mulai bosan dirumah, badan mulai kemeng-kemeng kecapekan. Biasanya sudah manggil Mbok Pijet, tetapi sekarang tidak berani lagi. Lebih baik, berolahraga, dan istirahat yang cukup, agar segera pulih kembali.

Apakabar tantangan menulis dihari ke-10? Luar biasa susahnya, hehe. Ide berseliweran namun susah menuangkan. 

Ba'da Isya baru bisa mulai buka laptop dan mulai menulis. Tidak langsung dapat ide, harus buka-buka google scholar dulu.

Ide menulis green behavior, green product, dan green consumer. Akhirnya green product yang saya pilih.

Alhamdulillah nulis lancar, jumlah kata sudah hampir 500 kata. Namun,saya jadi berhenti menggerakan jari di keyboard karena tetiba laptop ngambek alias tidak hang. 

Saya tunggu beberapa saat,biasanya akan kembali normal. Dugaan saya salah, laptop belum membaik, ada informasi dilayar harus di restart karena ada masalah.

Saya coba restart sendiri tapi tidak bisa. Coba saya tutup, namun tetap tidak berubah.  

Setelah usaha tidak berhasil, saya minta bantuan pak Suami. Laptop matikan (off) ditunggu sebentar, muncul informasi,bahwa device terbaca,tidak bisa masuk ke program windows.

Diotak atik sebentar, entah apa yang dilakukan oleh suami. Alhamdulillah bisa direstart meskipun menunggu lama.

Niat menyelesaikan satu tulisan malam ini terancam gagal. Saya sudah pasrah. Cuma bisa berdoa laptop segera membaik dan kembali normal, tidak perlu install ulang.

Install ulang tentu merepotkan, dan butuh waktu lama.

Setelah menunggu beberapa saat proses restart sukses. Masih ada waktu untuk melanjutkan menulis.
Apa daya anak nomor dua mendekat dan minta ditemani tidur. Tumben anak ini, biasanya berani tidur sendiri. Saya tidak berani menolak, akhirnya laptop saya off kan dan beranjak kekamar.

Semoga tidak ketiduran, agar bisa menyelesaikan tulisan.

#harike10
#tantangan30hari
#kelaskepompong
#bundacekatan
#institutibuprofesional

Wednesday, April 1, 2020

Tekadku; Gila Menulis

Bismillah,

Setelah mengalami masa buntu menulis, saya bertekad untuk ''Gila Menulis''. Gila menulis disini maksudnya adalah harus menulis apa saja yang mampu ditulis.



Dengan tekad demikian alhamdulillah hari ini berhasil menulis di blog sebanyak 2678 kata. Memang sih tulisan ala curhatan, tulisan receh, namun sekarang tidak ada yang receh bagi saya. Ada tekad memerangi rasa tak percaya diri dalam hal menulis. Kalau mau baca tulisan hari ini silakan buka Di sini ya..

Menulis adalah kebutuhan, maka harus dipenuhi setiap hari.
Menulis adalah menjaga kewarasan diri maka tak boleh ditinggalkan
Menulis adalah kebahagiaan, maka harus dilakukan
Menulis adalah latihan, maka menulislah

Banyak lagi alasan lainnya mengapa harus menulis. Tak perlu dibatasi oleh tema, tulislah apa yang ingin ditulis.

Karena ini latihan, belajar maka jangan bicara kualitas, kuantitas dulu saja dan frekuensinya dipersering.

saya mau bercerita mengapa saya bisa menulis sebanyak itu hari ini. Ceritanya tadi pagi saya libur memasak, maka saya memiliki banyak waktu untuk menulis. Tidak melulu menulis sebenarnya, karena harus menemani anak-anak mengerjakan PR, dan melakukan kegiatan domestik lainnya.

Sore ba'da Ashar saya baru semangat untuk memasak. Selama kurang lebih 1 jam 30 menit saya melakukan pekerjaan, memasak lauk, sayur, sambal. Beberes dapur, ngepel lantai seluruh ruangan.

Setelah itu saya mandi dan beristirahat, nah waktu istirahat itu saya gunakan untuk melanjutkan menulis. Jadi saya menulis tidak sekaligus, tadi pagi jam 9 sampai jam 11 Wib. Sore Jam 5- 6, dan Malam setelah makan malam dan mencuci piring.

Hemm..jadi bisa menulis sebanyak itu karena ada pekerjaan domestik yang ditinggalkan? Tidak apa-apa sih karena sudah ijin Pak Suami. Namun, tidak boleh sering-sering begini ya. Maunya semua pekerjaan domestik tetap jalan, begitu juga dengan menulis.

Berarti gila menulisnya belum afdol ya ini? hehe. Hari ini dimaklumi, lain waktu tidak boleh lagi.
Insyaallah.

#harike9
#tantangan30hari
#kelaskepompong
#bundacekatan
#institutibuprofesional

Mendidik Anak Ala Keluarga Berbudi

Link