Tuesday, February 4, 2020

Keluarga Baruku


Keluarga Baruku


Assalamualaikum, Hallo Bunda Cekatan apa kabar?

Alhamdulillah kelas ulat-ulat sudah sampai minggu ke-3. Tantangan di tahap ini semakin terasa, banyak ilmu yang menarik. Hal itu yang membuat diri tidak mudah memilih. Harus rajin-rajin melirik mind map, supaya tidak keluar jalur.

Perjalanan Mencari Keluarga

Perjalanan ulat mencari teman yang sama makanannya,menjadi cerita yang menarik. Ditengah perjalanan ulat bertemu dengan banyak makanan yang lezat dan menarik. Ulat hampir tergoda oleh makanan itu, ingin dia cicipi semuanya. Untung saja ulat tersadar bahwa tidak semua yang lezat dia butuhkan. Ulat harus membatasi diri, hanya memilih yang benar-benar dia butuhkan dan penting.


Makanan yang dia butuhkan itu adalah ilmu tentang Blog, SEO dan Web. Blog yang dia kenal sejak 2013, belum dikelola dengan baik, karena keterbatasan ilmu, waktu dan tenaga. Kesempatan belajar tentang Blog kali ini tidak Ia sia-siakan. Ulat ingin belajar lebih tentang Blog dan SEO, bersyukur malah dapat ilmu tentang Web juga.

Setelah melalui proses pencarian yang tidak mudah  dan membutuhkan waktu lama, akhirnya ulat menemukan keluarganya. Keluarga Webs-SEO-Blog atau WeBS Family.
Betapa bahagia hati ulat bertemu dengan anggota keluarga baru yang sangat baik, ramah dan pinter-pinter. Banyak pengalaman mengenai Blog dan lainnya.

Anggota Keluarga

Keluarga ini terdiri dari 20 anggota yang dipimpin oleh Uminya Altair (Herlya Inda) dari Palembang sebagai kepala keluarga. Anggota keluarga ini yaitu :

  1. Herliya Inda - Palembang
  2. Susi Ernawati/ Susi Susindra
  3. Leila R. Niwanda
  4. Shanty Dewi Arifin
  5. Ridha Hidayani M.Pd.
  6. Fera Marentika
  7. Nugraheni Syakarna
  8. Fitri Hantrini
  9. Ira Silvera
  10. Dian Kusumawardani
  11. Nabila Cahya Haqi
  12. Ririn Dwi Jayanti
  13. Andriyani
  14. Marita Ningtyas
  15. Khalida Fitri
  16. Kamiliyah Basith
  17. Sri Rahayu
  18. Linda Chistinna
  19. Rahmah
  20. -
Itulah nama-nama anggota keluarga WeBS, maaf ada satu yang belum tahu namanya. Mungkin saya yang belum sempat nyimak atau beliaunya yang belum sempat memperkenalkan diri. Di cek di nomer WA juga tidak tertera namanya.  

Layaknya orang yang baru bertemu kami saling memperkenalkan diri. Setelah itu  mengungkapkan masing-masing kebutuhan ilmunya, dilanjutkan sharing, diskusi dan berusaha mencari siapa yang akan presentasi mewakili keluarga ini.


Live Presenter

Pemilihan presenter dilakukan secara terbuka, boleh mengajukan diri atau menunjuk orang lain yang dianggap bisa, dan mau. Ada beberapa kandidat untuk maju sebagai presenter mewakili keluarga WeBS. Alhamdulillah  setelah melalui proses yang baik, kami sepakat memilih Mba Rahmah sebagai live presenter keluarga WeBS, yeeeaaay.... terimakasih mba Rahmah.

Blog

Apa yang dimaksud dengan Blog? Blog adalah bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan -tulisan yang dimuat pada sebauah halaman web, yang biasanya bisa diakses oleh siapa saja (wikipedia). Blog juga merupakan singkatan dari web blog. 
Terdapat berbagai jenis blog antara lain, blog politik,blog  riset, blog pribadi, blog bertopik, blog kesehatan, blog sastra, blog mode, blog perjalanan, blog kuliner, dan lain-lain. 

Istilah-istilah dalam blog yaitu DA, dan PA, DR, SEO, Template, dan lain-lain. Pelan-pelan berusaha mencari tahu dan mencerna. Bila perlu langsung praktek biar tidak menguap begitu saja. Karena ini ilmu terapan, kalau tidak segera dipraktekan akan mudah hilang. 

Web

Situs Web atau website adalah sekumpulan halaman web yang saling berhubungan dan umumnya berada pada layanan yang sama, berisi kumpulan informasi yang disediakan perorangan, kelompok, atau organisasi, (wikipedia).

Webs juga diartikan  berjejaring, jadi sebagai praktisi webs dan blog  harus berjejaring, misalnya ikut komunitas. Saya pribadi belum ikut komunitas blog sebelumnya, baru kali ini bertemu dikelas yang membahas khusus ilmu-ilmu terkait blog. Beberapa waktu yang lalu, sempat bilang kepada seorang Blogger, bahwa saya ingin belajar mengenai blog. Alhamdulillah Allah menjawab keinginan saya dikelas ini.

Situs Web yang populer dan sering diakses oleh masyarakat dunia adalah Google, Facebook, Twitter, Lazada, Tokopedia, dan lain sebagainya. 

Unsur-unsur Web 

Web memiliki unsur-unsur yaitu domain, konten dan hosting.
Domain bisa dikatakan sebagai merek dari situs web. Domain harus dibuat semenarik mungkin, agar orang tertarik untuk menggunakan atau mengunjunginya. Nama domain harus unik agar mudah diingat, sehingga orang bersedia kembali berkunjung. 

Hosting, Hosting berperan sebagai penyimpan data; skrip, gambar, video, teks dan lainnya. Contoh hosting di Indonesia adalah Niagahoster. 

Konten, merupakan isi dari sebuah web. Konten dapat berupa teks, gambar, dan video. Konten web berdasarkan pada tema dan tujuan web itu dibuat. Jika web berita maka kontennya menyajikan berita-berita terkini, misalnya Detik.com. 

Jenis-jenis website antara lain situs pribadi, toko online, dan blog.  

Manfaat Web

  • Membangun Personal Branding
  • Berbagi informasi, dan cerita
  • Penghasil uang 

SEO 

SEO merupakan singkatan dari search engine optimization. Manfaat SEO untuk meningkatkan trafik atau jumlah pengunjung suatu situs. SEO berupa tulisan yang direkomendasikan oleh google search. Sekarang SEO tidak lagi berupa keywords yang diulang-ulang, jika terlalu banyak diulang justru dianggap spam. 

Cara meningkatkan SEO itu bisa dilakukan dengan cara menulis  artikel yang bagus. Artikel yang bagus itu minimal 1000 kata, ada juga yang berpendapat 2200 kata. Selain itu, usahakan menulis setiap hari dan diposting di blog. Menulis secara teratur dapat meningkatkan trafik, lebih baik rutin 1 minggu sekali daripada setiap hari setelah itu jarang menulis dan posting.

Topik yang dibahas tentang SEO dikeluarga WeBS yaitu:
  • Pengertian Search Engine, 
  • Optimize dan tujuan, 
  • Jenis optimasi on page dan off page, 
  • Monetize, 
  • Konten dan,
  • SEO Friendly.





Sementara mengenai BLOG dan Web materi yang dibahas adalah
  • Tampilan, 
  • Template, 
  • Perbedaan blog dan web, 
  • Domain pribadi,
  • Posting, Aturan penulisan,
  • Niche,
  • Segmen pembaca, 
  • Menambah follower dan,
  • Biaya Blog.

Alhamdulillah meskipun belum bisa nyimak penuh, sedikit-sedikit mulai belajar tentang Webs-SEO-Blog (WBS). 

Demikian cerita tentang keluarga WeBS. Terimakasih keluarga baruku, ❤
====
#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional


Friday, January 31, 2020

Mulang Tiyuh, Part 1


Lebih dari windu tidak merasakan nikmatnya perjalanan dengan bis dari Jawa - Lampung, begitu juga sebaliknya. 

Pada perjalanan ke Lampung kali ini saya sedikit memohon kepada suami, agar diijinkan naik bis. Padahal ada tiket pesawat promo, tak jua mampu mengubah pilihan. 

Selain rasa kangen, ada hal lain yang menjadi pertimbangan saya, tempat tujuan. Ya, tujuan saya ke Lampung Timur, lebih efektif jika memilih bis yang bisa langsung ke tempat tujuan. Sementara kalau naik pesawat, dari Bandara harus menempuh 2 jam perjalanan, belum lagi moda transportasi tidak banyak. Bisa minta jemput saudara, saya tidak ingin merepotkan. Berbagai pertimbangan itulah akhirnya Pak Suami meridhoi pilihan istrinya.

Hanya satu P.O bis yang melayani trayek Solo ke Lampung Timur. Banyak perubahan pada fasilitas bus ini, berbeda dengan pengalaman naik bis ini 14 tahun yang lalu. Sekarang lebih nyaman, jarak tempat duduknya lebih longgar, ada sandaran kaki, juga tidak banyak berhenti disatu tempat, sehingga lebih cepat sampai. 

Penumpang mendapat jatah dua kali makan. Pertama snack box dibagikan didalam bis, sesaat setelah bis keluar dari pool. Kedua, makan malam di rumah makan, yang menunya fresh dan enak. Di rumah makan itu dilengkapi kamar mandi, toilet, mushola yang bersih dan luas. Sangat nyaman untuk rehat dan menunaikan ibadah sholat Isya.

Beruntung sekali sampai di merak masih pagi sekitar pukul 5.40. Tak lama kemudian kapal berlayar,tepat pukul 5.58. Saya tidak masuk ke ruangan khusus penumpang didalam kapal, memilih duduk diluar menikmati indahnya selat sunda. Didukung cuaca cerah, membuat pagi ini, terasa indah. 

Kondisi kapal juga banyak berubah, lebih bersih, dan nyaman. Tak menyesal memilih perjalanan darat deh. Saya juga bertemu dengan dua gadis cantik dikapal,keduanya adalah mahasiswa di jogja dan Magelang yang sedang mudik liburan semester. Kami sempat berkenalan dan ngobrol tentang beberapa hal, seperti sudah kenal lama saja.

Setelah keluar kapal di Dermaga Bakauheni bis ini meluncur lewat jalur lintas timur. Jalan lintas timur merupakan jalan alternatif yang terbentang dari dermaga bakauheni ke lampung timur sampai Palembang, tanpa melalui ibukota Bandar Lampung. Untuk rute bandar lampung, ada bis tersendiri, bisa lewat jalan umum atau tol.

Beberapa tahun sebelumnya, rute bis dari Jawa hanya melalui ibukota Bandar Lampung, lanjut ke kota lain. Seperti ke Palembang, Jambi, Bengkulu dan kota lain di Sumatera sampai Aceh. Sekarang ada beberapa pilihan. 

Di Lampung Timur, saya pulang ke rumah tua dan kakak. Kebetulan rumahnya tidak terlalu jauh. Alhamdulillah orang tua dan saudara sehat semua. Dikampung ini aku dibesar dan merenda cita-cita. Bertumpuk kenangan disini.

Tak lupa silaturahmi ke kampus tercinta di Way Jepara. Bahagia bisa kembali kekampus ini, bertemu kembali dengan teman dan pimpinan. Hubungan antar pegawai dan pimpinan disini sangat akrab, tapi tetap prpfesional. Membuat nyaman dan betah bekerja dan mengabdi disini.

Sempat juga diajak Bu Eka, rekan kerja di kampus, mengunjungi rumah Bu Erma salah satu rekan kami yang kini menjabat sebagai Kepala Desa, kereen ya Bu Erma ini. Kebetulan beliau tidak kekampus,jadi kami yang kerumah, melepas kangen lama tidak berjumpa. Rumah Bu Erma tidak jauh dari  Taman Nasional Way Kambas (TNWK). 

TNWK merupakan kawasan hutan wisata, disana terdapat  Pusat Latihan Gajah (PLG). Gajah yang sudah dilatih dan jinak bisa menyajikan atraksi untuk pengunjung. Aksinya sangat menghibur. Saluut dengan para pawang yang melatihnya. Taman ini pernah mengalami masa kejayaan di tahun 90-an. Sekarang masih cukup ramai pengunjung meskipun tidak seramai dulu. Apalagi kalau ada even festival Way Kambas yang diadakan setiap tahun, pengunjung bisa dipastikan sangat ramai.

Setelah dari rumah beliau saya diajak masuk ke taman, tempat sekolah gajah lampung. Cuma sebentar karena sudah sore dan sepi, sampai tidak sempat foto-foto. 

Beberapa petugas atau polisi hutan masih berjaga di taman tersebut, mereka menyarankan kami untuk segera keluar dari kawasan taman, karena dikuatirkan akan datang kawanan hewan liar yang sering muncul disore dan malam hari.
Kami sempat melihat seekor babi hutan sedang berjalan dikawasan taman. Segera saja bu Eka memacu kendaraan keluar hutan. Itu pertanda bahwa memang benar kalau sore hari bakal ada hewan liar bermain-main dikawasan taman. Bahkan ada serombongan gajah liar, tidak hanya main di kawasan taman,tetapi sampai masuk desa ke ladang -ladang warga.

Kawanan gajah itu bukan gajah yang sudah terlatih di pusat latihan gajah lho, jadi harus waspada. Didesa dekat taman ini biasanya warga bergotong royong menjaga ladang di malam hari untuk menghalau gajah2 tersebut. 

Di desa saya juga begitu, meskipun jauh dari TNWK, namun dekat hutan lindung. Hanya dipisahkan rawa dan sungai. Sehingga kadang-kadang ada juga kawanan gajah masuk ladang dan sawah. 

Sudah berapa lama ya, saya tidak kesini? Kalau masuk kawasan dalam taman sekitar tahun 1997. Pernah juga kesini tahun 2011, tapi hanya sampai pintu taman, jemput suami yang sedang mengantar teman Belandanya berwisata. Masuk kesini lagi tahun 2020. Wah sudah lama sekali ya?

Banyak perubahan terjadi selama kurun waktu satu dekade ini. Ada yang berubah lebih baik, dan ada pula sebaliknya. Perubahan itu meliputi kehidupan pribadi, keluarga sampai ke perkembangan didaerahku. Itulah jalan kehidupan. Apapun itu saya bersyukur, dan berharap akan tumbuh menjadi lebih baik lagi. Aamiin.
**
Mulang Tiyuh = Pulang Kampung


Tuesday, January 28, 2020

Pengalaman Pertama, Begitu...


Membuat Video Tutorial Menulis Artikel Ilmiah


Bismillah...

Hallo Bunda Cekatan, apakabar? masih semangat mengikuti kelas ini?. Alhamdulillah, meski terengah-engah, mengerjakan tugas minggu ke-2, eangat masih membara. 

Luar biasa, ini paling sulit dari tahap sebelumnya. Karena inilah pertama kalinya saya membuat video tutorial. Hal yang selama ini saya hindari, karena membuat video itu rumit, banyak sekali tahapan yang harus dilakukan, saya belum telaten mempelajarinya. Namun, kali ini saya tidak bisa menghindar lagi, dan merasa tertantang untuk membuatnya. 

Tantangan itu semakin berat karena berbarengan dengan saat saya harus pergi ke Lampung. Disela-sela kesibukan tugas lain, saya berusaha untuk belajar dan membuat video. Mulai mencari referensi aplikasi video editor, melihat dan membaca berbagai tutorial, beberapa kali praktek, masyaallah..pengalaman yang sangat mengesankan. Semoga saya tidak kapok membuat video lagi. 


Hasil dari video itu, sangat, sangat tidak bagus..hampir saja saya menyerah, tidak berani upload video itu di channel youtube maupun share link tugas buncek. Apalagi backsound yang dipilih tidak juga bisa, akhirnya video tanpa back sound yang tersaji. Gantinya suara kokok ayam, karena saya sedang berada dikampung halaman.  Lagi-lagi, harus saya bisa mengalahkan rasa minder dan malu tersebut.  Inilah video amatir pertamaku....





Wes, pokoe siap dibully deh Bund..hiks

Tantangan dalam membuat video ini sangat banyak, suara keras musik dangdut dari tetangga, suara orang memukul alat berat, suara bising kendaraan tanpa knalpot, belum lagi padatnya agenda selama dikampung halaman. Memilih tema juga menjadi tantangan tersendiri, apa yang akan dibagi. Setelah itu membuat materi, ditambah kebingungan tidak tahu bagaimana mengedit video, aplikasi apa yang akan dipilih. 

Alhamdulillah saya tidak menyerah. 

Baiklah, akhirnya memilih cara menulis artikel ilmiah, sebagai tema. Secara, itulah yang pernah dilakukan. Meskipun tidak percaya diri, tetapi berusaha untuk terus meyakinkan diri. Sampai wapri bunda Septi, terkait pemilihan tema itu. Alhamdulillah bu Septi sangat baik, bersedia membalas wapri saya. Beliau jawab ''boleh'' Terimakasih Bu Septi💓. Mengapa sampai sebegitu ragunya sih? Karena menulis artikel ilmiah ini mungkin tidak diperlukan mahasiswa Bunda Cekatan. Banyak ilmu lain yang lebih tepat guna, namun berkat jawaban bunda Septi Peni Wulandani, mantab memilih tema itu akhirnya.

Mungkin tidak perlu saya jelaskan ya Bund, mengenai isi video tersebut, bisa langsung dilihat di video tersebut. Ini sudah ngos-ngosan menyelesaikan tugas, hehe. Hari terakhir pengumpulan pula, hehe. 

Demikian cerita saya tentang behind the scene pembuatan video amatir..terimakasih.
===
#bundacdekatan
#thejungleofknowledge
#Instituteibuprofesional
#kelasulatulat

Friday, January 24, 2020

Tidak Bersahabat dengan Bau Ompol



Tidak Bersahabat dengan Bau Ompol


Hallo Bunda, eh Emak Sholihah apakabar? 
Hari ini saya mau berbagi cerita tentang pengalaman punya bayi tapi rumah tidak bau ompol. Sebelum masuk ke inti cerita, terdapat dua kubu, halaah...maksudnya dua pendapat berbeda mengenai rumah yang bau ompol karena punya bayi. 

Pendapat pertama menyatakan, ''Wajarlah, namanya juga punya bayi.'' Pendapat kedua, ''Meskipun punya bayi, rumah bisa kok tanpa bau ompol.''

Nah, Emak setuju pendapat yang pertama atau kedua? Tidak ada salah atau benar lho jawabannya. Kan hidup itu pilihan, silahkan mau pilih yang mana, asal siap dengan konsekuensinya, karena setiap pilihan pasti ada konsekuensinya. Yang lebih bijaksana lagi, genggam prinsip/pilihan yang Emak pilih, tanpa perlu nyinyirin pilihan orang lain. Simpel kan ya Mak? BTW, saya memilih yang kedua, eit jangan dinyinyirin lho ya..kan dah janji.. 


Berawal dari niat

Baiklah, kembali ke niat awal mau sharing tentang perompolan. Pengalaman saya memiliki tiga anak, yang dulunya bayi (ya iyalah Mak..) Alhamdulillah tidak ada bau ompol dirumah kami. Kok bisa? apa bayinya gak ngompol? Aaah pertanyaan nyeleneh yang tidak perlu dijawab ..hihi.

Seperti sudah disingungg sebelumnya saya bertekad kalau punya bayi rumah tidak boleh bau ompol. Berangkat dari niat itu maka timbulah berbagaiide dan upaya mencegah dan mengatasinya. 

Rumah tidak bau ompol padahal punya bayi, ternyata bisa bangets lho mak. Memang harus usaha cukup keras agar bisa bebas bau ompol itu.  Bukan hanya bikin penghuni rumah tidak nyaman, juga dapat mengganggu aktifitas ibadah, karena air seni bayi termasuk najis, yang harus disucikan. Cara mensucikan antara bayi laki-laki dan perempuan memang berbeda, kalau bayi perempuan harus dicuci bagian yang kena, sedangkan bayi laki-laki hanya diperciki dengan air ke bagian yang terkena.

Baiklah kita fokus ya pada cara bagaimana agar rumah tidak bau ompol. Sejak sebelum bayi pertama kami lahir, sudah ada tekad agar rumah atau kamar tidak bau ompol. Maka, mulai memikirkan cara untuk mencegahnya. Mumpung bayinya belum lahir. 

Cara Mencegah Bau Ompol Ala Emak 

Ada beberapa cara dari yang praktis, sampai yang ribet. Cara itu adalah, pertama pakaikan popok sekali pakai (lebih populer dengan istilah yang sama dengan suatu merek ''pampers''). Cara ini paling mudah, dan praktis. Saya yakin semua emak akan setuju dengan pendapat itu, dan akan memilih cara ini jika tidak mempertimbangkan kesehatan  bayi, atau peduli lingkungan, juga karena masalah finansial. 

Saya tidak memilihnya karena alasan kesehatan bayi dan peduli lingkungan, alasan finansial iya juga sih, walau porsinya hanya beberapa persen, jadi alasan yang paling kuat karena kesehatan bayi. Karena pernah kena ruam pada maaf pantat dan selangkangan. Untuk itu saya harus mencari alternatif lain, popok yang ramah bagi kulit bayi dan ramah lingkungan. 

Pakai popok kain saja dan dialasi perlak bayi belum bisa menjadi solusi karena ompol masih bisa mengalir ke bagian sprei dan kena baju, karena tidurnya emak pasti dekat dengan bayi. Waktu itu belum ada perlak yang selebar tempat tidur. Ingin njahitin ke tukang jahit, tapi tidak tahu dimana. Mau beli perlak lebar belum ada yang jual. Akhrinya beli kulit jok kursi tahan air, belinya meteran, saya beli seukuran kasur. 

Untuk bayinya, saya pakaikan popok kain + popok plastik. Waktu itu belum belum ada clody yang lucu-lucu. Sudah ada di beberapa supermarket tetapi kualitasnya belum baik, lapisan anti airnya bisa mengelupas dan akhrinya bocor. 

Jadi waktu punya bayi pertama, solusinya adalah kasur dilapisi perlak lebar yang terbuat dari kulit untuk jok kursi, kemudian dialasi perlak bayi ukuran kecil, diatas perlak bayi dillapisi kain bedong yang lembut, supaya bayi tidak kepanasan. Untuk bayinya, dipakaikan popok plastik, dan popok kain. 

Popok plastik ini tidak menyerap pipis bayi, maka harus sering di cek, dan segera diganti kalau bayi pipis. Repot ya Mak? iya, tapi demi kesehatan kulit bayi, Emak pasti tidak keberatan berepot ria, hehe.

Cara itu sukses digunakan sampai punya bayi kedua, dan rumah bebas bau ompol. Kebetulan jarak kelahiran bayi pertama dan kedua cukup dekat, hanya selisih 20 bulan. Jadi cara yang digunakan masih sama. 

Ketika anak ke-3 lahir, masih relatif sama caranya, hanya  ada sedikit perubahan. Perubahan itu pada perlak yang digunakan, kalau sebelumnya pakai kulit untuk jok kursi, kali itu pakai perlak khusus bayi yang lebarnya seukuran kasur. Teksturnya lebih lembut, motifnya pun lebih unyu-unyu, bayik bangets, warna shaby-shaby gitu deh. Alhamdulillah sebelum bayinya lahir sudah ketemu toko yang menjualnya. Masuk daftar belanja persiapan kelahiran itu perlak lebar.

Perubahan lainnya, pada kain popok yang dipakai bayi, dulu pakai kain bedong yang dipotong jadi empat bagian. Karena belum ketemu toko yang jual popok dengan ukuran yang sesuai. Nah, zaman bayi ke-3 sudah ada  yang jual kain popok untuk alas popok plastik. Ukurannya sudah sesuai, dan bahannya lebih lembut, isi per pak satu lusin kalau tidak salah. kalau ahrga sudah lupa.

Saat bayi ke-3 eh anak ding berusia 2 tahun, mulai ada produk sprei anti ompol. Tidak saya lewatkan kesempatan memilikinya, karena perlak bayi sudah mulai rusak. Kasur yang dilapisi sprei anti ompol, tetap dipasang sprei kain yang lembut, supaya tidak panas. Kalau sprei kena ompol tinggal dicuci, yang penting ompol tidak tembus sampai kasur. Meskipun anak sudah besar tetapi, tetap saya pasang sprei anti ompol, karena kadang masih ngompol. Untuk menjaga kasur bau ompol, pipis anak-anak biasanya lebih menyengat baunya, dibanding bau ompol bayi. 

Kini bayi ketiga sudah berusia 7 tahun, sudah tidak ngompol lagi. Sprei anti ompol sampai sekarang masih ada dan masih dipasang dikasur depan tivi. Bukan untuk mencegah ompol tembus kasur, tetapi hanya memanfaatkan barang yang sudah ada.

Alhamdulillah, cara tersebut sukses dipraktekan pada ketiga bayi kami dan menjadikan rumah kami tidak bau ompol. 


Tips Hilangkan Bau Ompol Dikasur 

Kalau yang sudah terlanjur sering kena ompol, bagaiamana Mak? Kasur harus sering dijemur. Selain itu juga bisa ditaburi bubuk kopi dan bedak bayi tabur, untuk mengurangi bau tak sedap itu.  

Demikian emak, bunda sholihah ...sharing pengalaman dalam mengatasi bau ompol. Semoga bermanfaat. Kuatkan tekad, lakuakn dengan bahagia...
Terimakasih

==
#30haribercerita
#KLIP






Alahmdulillah    

Monday, January 20, 2020

Meningkatkan Semangat dan PD Menulis




Alhamdulillah, bisa  masuk ke kelas ulat-ulat. Semoga ulat-ulat ini akan makan bergizi, sesuai porsi, tumbuh sehat, dan menjadi kepompong. Aamiin.

Saya memilih untuk belajar tentang cara meningkatkan semangat dan percaya diri menulis. Hal ini tidak lain agar sinkron dengan profesi. Sebagai pendidik, saya harus menulis berbagai karya ilmiah, seperti buku ajar, artikel, dan lain-lain. Oleh karena itu kegiatan menulis ini menjadi sangat penting untuk dilakukan. Bukan semata  karena keharusan, tetapi memang saya suka dan bahagia melakukannya. Maka, semakin yakin dan bersemangat memilih menulis diantara kegiatan lainnya, untuk ditingkatkan dikelas bunda cekatan ini.

Jurnal Ke-1, Kelas Ulat-ulat:



Makanan Ulat

Alhamdulillah, saya selalu yakin bahwa Allah itu sesuai prasangka hamba-Nya, Allah paling paham kebutuhan hamba-Nya. Murid siap belajar, maka guru siap datang. Itulah perumpaan yang bisa menggambarkan proses belajar meningkatkan semangat dan percaya diri menulis. Pada saat semangat saya lemah, rasa percaya diri menurun untuk menulis, pada saat yang sama, Allah memberikan jawaban lewat sebuah buku yang benar-benar saya butuhkan. Ibarat orang lapar, diberi makanan.

Buku tersebut sudah lama ada dirumah ini, tepatnya di rak buku. Selama ini tidak saya perhatikan, karena masih sibuk membaca literatur lain. Waktu beberes rak buku, sekalian saya memilih beberapa buku yang akan saya baca. Ndilalah, saya membaca buku ''The Power Of Writing", sebagai pilihan pertama, diantara buku yang saya pilih. Masyaallah, saya menangis haru, kalau yang tidak paham pasti dibilang lebaay ya, baca buku aja sampai nangis. Tapi itu fakta, isi buku itu memang membuat saya menangis haru campur bahagia, karena buku itu berhasil memantik semangat dan percaya diri saya tumbuh seketika. Bahkan saya merasa malu untuk tidak menulis. Dahsyaat sekali ya buku ini. Betul-betul makanan yang saya butuhkan saat ini.

Kalau bukan Allah yang menggerakan siapa lagi? Buku itu sudah lama ada, mengapa baru sekarang saya memperhatikan dan membacanya. Mungkin karena waktu itu saya belum membutuhkannya. 

Setelah membacanya, kemudian berusaha praktek menulis setiap hari di blog, temanya bisa apa saja, yang penting saya menulis. 

Selain menulis di blog, saya juga berusaha melanjutkan project yang tertunda, yaitu menulis buku dan artikel.  Menulis artikel ilmiah dan buku tidaklah semudah menulis di blog, butuh proses lama, maka saya berusaha untuk menyicilnya. Sedikit demi sedikit yang penting ada progress. Alhasil, saya kecanduan menulis. Tiada hari tanpa menulis. Kegiatan ini sengaja saya panjangkan waktunya. Kegiatan lain saya pendekan waktunya.

Menulislah dengan bebas, tidak usah peduli bagus atau tidak, benar atau tidak tata bahasanya, titik, komanya. Ada waktu tersendiri untuk memperbaikinya, ada proses edit dan revisi. Menulis dan mengedit itu dua pekerjaan yang berbeda, jadi jangan berharap suatu tulisan bisa langsung jadi.





Maka, setelah semangat dan percaya diri menulis berhasil ditingkatkan, maka saya harus melengkapinya dengan ilmu lain, yang sesuai dengan tulisan yang akan saya buat. Ilmu tersebut yaitu metode menulis buku ajar dan artikel ilmiah. Selama studi sudah belajar dan berpengalaman menulis buku dan beberapa artikel, namun saya merasa masih perlu belajar lagi agar lebih baik lagi. Untuk itu kedepan akan belajar tentang kepenulisan buku ajar, materinya sudah saya simpan.

Baiklah mungkin cukup sampai disini jurnal minggu pertama dikelas ulat-ulat ini. Semoga dimudahkansegalanya  oleh Allah SWT. Aamiin.
==
#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
***
Baca juga :

https://hayu0477.blogspot.com/2019/12/kelas-bunda-cekatan-kelas-telur-telur.html

https://hayu0477.blogspot.com/2019/12/minggu-ke-2-telur-merah-untuk-menulis.html

https://hayu0477.blogspot.com/2020/01/meningkatkan-keterampilan-bahasa-telur.html

https://hayu0477.blogspot.com/2020/01/peta-belajarku.html

Sunday, January 19, 2020

Bisnis Nyeleneh, Ora Umum

Bismillahirrohmanirrohim,

Ide memang seringnya datang tidak diundang, kalau diundang malah enggan datang. Seperti pagi ini, saat sarapan ikan gorengan sisa kemarin, si ide tiba-tiba melintas, membawaku menghayal masuk pasar, ke tempat jualan ikan, ayam, dan daging. ''Ngapain, jalan-jalan kesana mak?''

Ceritanya ada dua emak sedang duduk diteras belakang rumah, yang menghadap taman kecil nan hijau dan indah. Mereka berdua bertetangga, maka sering kalau anak sudah pergi sekolah dan suami pergi kerja, mereka menghabiskan waktu, untuk saling curhat, atau sekedar cerita, ngerumpi, tapi sekuat tenaga tidak ghibah. Ema Tutut dan Emak Iyah.

Kali ini acara ngumpulnya dirumah emak Iyah, tempat favoritnya di teras belakang rumah nan asri. Duduk berdua, membahas apa saja yang sedang nge-hits, maklumlah mereka kan emak gaul tapi sholihah. Emak Iyah ini suka sekali memasak, kalau ada teman atau tetangga datang, ada aja suguhan lengkap dengan teh atau kopi panas atau dingin. Ahh wes koyo warung makan ae. IIIh kok kayak suami mak beti ya ..logatnya. Haha


Pagi ini mendung syahdu melanda dunia duo emak itu, tapi hati meraka cerah ceria. Terlihat dari raut wajah mereka, dan canda tawa renyahnya. Tak lupa sajian sederhana, kue bronis ketan hitam kukus, karya emak Iyah dan dua teh cangkir panas siap menemani acara rumpi mereka.

''Aku sedang dapat wangsit, atau ide nih,'' ujar mak Iyah membuka obrolan.
''Ide opo tho, kok serius tenan, '' Mak tutut mulai kepo.
""Mak Tutut, pasti paham kan, kalau beli ikan, ayam, atau daging itu sekarang sudah dibersihkan kotoran, udah dipotongin sekalian sama mamang penjualnya,'' ujar mak meti sambil memandang wajah emak tutut yang sedang mengunyah bronis. "Tapiiii....itu belum selesai kan, setelahnya mesti mencucinya hingga bersih, meniriskan, membumbui, menyimpan dikulkas kalau belum mau diolah saat itu juga,'' lanjut Mak Iyah bersemangat.

''Bener kan Mak?''
''Iya bener, terus kenapa emang?''
''Widih Mak, jangan sinis gitu sih njawabnya, kan ane jadi takut melanjutkan ide ini.''
''Yo wes, aku senyum ya''
''Nah gitu ding mak.''

Jadi siap melanjutkan ide nih.
Bagi emak yang punya asisten rumah tangga, atau rewang, atau memang suka dunia masak mungkin tidak masalah meneruskan proses mencuci ikan, membumbui, menyimpan, bahkan mengolahnya. Namun, bagi yang tidak ada asisten, ditambah tidak suka merawat (eh apa ya istilah yang tepat?) bahan lauk hewani, tentu bukan perkara mudah. Secara ada emak-emak yang alergi bau amis, anyir, takut darah de el.el. Ini pasti jadi masalah, kecuali lebih memilih beli matang. Iya sih, tapi apa gak bosan setiap hari, minggu, bulan, dan sepanjang tahun beli makanan matang terus?

Okey Mak, kembali ke ide awal. Udah kebayang kan Mak, betapa riweh bin ribet mengurus bahan lauk-lauk hewani itu. Bagi yang rajin nge-foodprep, pasti sering nih berhadapan dengan masalah beginian, Food prep kan belanjanya untuk beberapa hari, tapi menyiapkannya dalam satu waktu. So, pasti lebih banyak bahan hewani yang mesti diurus.

Tarrraaaaa....gimana kalau buka usaha jasa mengurus bahan lauk hewani aja Mak?
Jadi nanti kalau emak belanja lauk untuk5 hari misalnya, ada ikan, daging, ayam, ..setelah belanja ditukang jual masing-masing, serahkan proses membersihkan, menata dalam wadah /food container, bila perlu minta sekalian dibumbui, sesuai menu yang diinginkan. Enak kan Mak, sampai rumah tinggal taruh dan susun dikulkas, atau langsung bisa dimasak.

Memang sih, emak mesti nambah budget untuk bayar uang jasa. Kan, pemilik jasa kudu bayar air, listrik, tenaga, sewa tempat, dan belanja bumbu, menghaluskan bumbu-bumbu, beli peralatan, sabun. Jadi ya enggak bisa gratis, mesti ada bayarannya lah Mak. Ahhh, soal ginian emak pasti pahamlah, segala sesuatu mesti ada biayanya, Iya kan Mak. hemm..emak yang ntu, cuma mesam -mesem aja. Tapi aku yakin emak pasti pahamlah apa yang aku maksud. Hihi...

''Kalau perlu nih, sediakan jasa memasak sekalian, aiih, laju dapurnya pindah kepasar ya Mak?
'' Ribet amat sih, beli jadi aja kenapa?'' sergah mak tutut pening mendadak pening kepalanya.
''Tunggu dulu mak, belum selesai ceritanya, jangan sewot gitu aah?''


Emak Iyah memperbaiki duduknya, sambil menyeruput teh manis kesukaannya, siap menyimak.

Aah aku jadi ingat disuatu supermarket, sudah ada layanan semacam ini, khusus untuk ikan. Bahkan bisa minta dimasak sekalian, bisa minta digoreng atau dibakar. Gratisss!!!!. Apa benar gratis tis...bisa saja jasa membersihkan dan memasaknya sudah dimasukan kedalam harga ikan itu. Entahlah, tidak mau suudzon. Intinya kalau cara itu dijadikan usaha mandiri di pasar, kira-kira laku enggak ya Mak.?
Setidaknya emak-emak jadi punya pilihanlah, kalau lagi tidak sibuk dan bisa ya diurus sendiri, kalau sedang perlu jasa, tinggalkan serahkan ke usaha itu.

Okelah mak, namanya juga lintasan ide, hayalan tentang usaha, bebasss..., mau buat usaha apa saja, seperti apa. Tidak usah dipikirin laku apa enggak, wong cuma hayalan kok, kecuali kalau ada yang mau praktekan, baru tahu laku atau tidak, bagaiamana respon pasar yang konsumen sasarannya adalah emak-emak. Hebooh bkali ya, syukur-syukur viral....halaaah.

Kalau gitu kita terusin ngayalnya yuk mak, mumpung gratis, hihi. tengok kuota, masih aman. Lanjuuuut....

Nama usaha jasa itu apa ya yang cocok?
Namanya harus cetar, mudah diingat, kalau perlu yang susah dilupakan, ''Kayak mantan''..uhuks.

''Soal nama dipikir nanti saja ya mak, ini masih ada agenda lain..(ciee), yang harus diselesaikan?''

Okelah kalau begitu, cukup disini dulu tulisan receh, ide nyeleneh bin aneh tapi tidak ajaib ini. Lain waktu mudah-mudahan nemu ide yang lebih nyeleneh lagi...

''Wooo laa...ambyaaaar nek ngene iki''
Emak Tutut kabur meninggalkan Mak Iyah, tak sadar piring berisi bronis ketan hitam dibawanya.

'' Mak Tutut..piringkuuuuh,''
Teriak Mak Iyah...

===
#Tuisanreceh
#nyeleneh
#aneh
#pentingnulisbenwaras 
#Latihan_nulis_dialog



   

Mendidik Anak Ala Keluarga Berbudi

Link